Terserang Flu, Guedogan Dipulangkan Timnas Jerman

Gelandang timnas jerman, llkay Guendogan, dipastikan absen di laga melawan irlandia utara, permain Manchester City ini dipulangkan karena sakit.

Jerman akan tandang ke irlandia Utara dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Windsor Park, Belfast, Selasa (10/9/2019) dini hari WIB, di laga tersebut, jerman tidak akan diperkuat oleh Guendogan.

“Ilkay Guendogan tidak akan bermain dalam Kualifikasi Piala Eropa melawan Irlandia Utara di Belfast pada Senin (Selasa dinihari WIB) mendatang karena terserang flu. Sang pemain juga telah meninggalkan tempat latihan Jerman yang terletak di ibukota Irlandia Utara tersebut,” demikian keterangan resmi DFB.

Guendogan sebelumnya selalu tampil dalam empat pertandingan yang sudah dimainkan Die Mannschaft di Kualifikasi Piala Eropa 2020, dengan dua kali jadi starter. Pemain berdarah Turki itu juga sudah menyumbang satu gol.

Jerman sendiri saat ini tengah bersaing untuk merebut tiket lolos ke Piala Eropa 2020 dengan Irlandia Utara dan Belanda. Manuel Neuer dkk saat ini berada di posisi kedua klasemen Grup C dengan 9 poin, tertinggal 3 poin dari Irlandia Utara yang memimpin klasemen.

Absennya Guendogan menambah panjang daftar pemain Jerman yang tak bisa main. Joachim Loew sudah kehilangan Leroy Sane, Leon Goretzka, Antonio Ruediger, dan Nico Schulz.

Ironi Ter Stegen: Calon Kiper Terbaik FIFA yang Cuma Jadi Cadangan Neuer

Marc-Andre Stegen menghadapi ironi dalam kariernya. Diandalkan Barcelona sampai masuk nominasi FIFA, Ter Stegen tetap jadi pilihan kedua di timnas Jerman.

Ter Stegen masuk ke dalam nominasi Kiper Terbaik FIFA. Ia bersaing dengan Ederson (Manchester City – Brasil) dan Alisson (Liverpool – Brasil).

Meski demikian, Ter Stegen masih kesulitan mendapat waktu bermain di timnas Jerman. Adalah Manuel Neuer yang masih jadi ‘penghalang’ untuk Ter Stegen.

Neuer masih dipercaya Joachim Loew untuk mengawal gawang Jerman. Terakhir kiper berusia 33 tahun itu dimainkan saat Jerman kalah 2-4 dari Belanda di Kualifikasi Piala Eropa 2020.

Ter Stegen mengaku sedikit kecewa dengan situasinya di timnas. Namun ia cuma bisa bersabar menunggu kesempatan.

“Jelas itu membuat saya sedikit marah. Anda memberi yang terbaik dan Anda tidak berada di posisi yang diinginkan,” ujar Ter Stegen kepada T-Online.

“Saya sudah menentukan prioritas. Saya ingin sukses dan target besar yang saya punya adalah jadi kiper utama untuk negara saya.

“Tapi tidak dengan harga berapapun. Sepakbola memang penting, tapi kemanusiaan lebih penting. Saya ingin bisa melihat ke diri sendiri dan bilang ‘kamu bekerja dengan jujur dan terbuka dengan ambisimu’.”

“Ini tidak mudah sama sekali, tapi kesabaran adalah bagian dari menjadi pesepakbola. Ada kalanya Anda harus menunggu,” imbuhnya.