Mau Pindah Atau Bertahan di Chelsea, yang Penting Giroud Sering Main

Olivier Giroud jarang dimainkan oleh Chelsea di musim ini. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memintanya tampil lebih sering jika ingin terus dipanggil timnas.

Musim ini, Giroud kalah bersaing dengan striker muda Chelsea, Tammy Abraham. Penampilan Tammy yang sedang oke belakangan ini membuat Giroud tak dilirik manajer The Blues, Frank Lampard. Giroud baru turun sebanyak tiga kali di Liga Inggris dan belum mencetak gol, sangat timpang kondisinya dengan Tammy yang sudah mencetak 8 gol dalam 8 laga.

Kondisi ini memang tak membuat nama Giroud diabaikan Timnas Prancis. Sampai jeda internasional saat ini, namanya masih tercantum dalam daftar pemain Les Bleus. Bahkan ia berhasil mencetak gol saat melawan Islandia dan Turki dalam Kualifikasi Piala Eropa 2020.

“Kalian tahu, Olivier menderita dengan situasi yang dialaminya. Tapi sebelum bulan Januari tiba, tak akan ada pergerakan,” ujar Deschamps, seperti dikutip Dailymail.

“Setelahnya, terserah dia (mau bertahan atau pindah). Saya hanya berharap dia bisa lebih sering bermain.”

“Yang jelas, kami tak boleh mengesampingkan gol-golnya, penampilan bagusnya. Dia sering mencetak gol, dan membantu rekannya bermain baik. Dia tahu kalau sedang tertekan saat ini, tapi dia selalu meresponnya dengan baik,” sambung eks pelatih Juventus ini.

Melihat kontrasnya situasi Giroud di klub dan timnas, Deschamps mengaku prihatin. Ia hanya bisa berharap semoga Giroud bisa lebih sering bermain, terlebih tahun depan akan dilangsungkan Piala Eropa dan Prancis berpeluang besar ambil bagian.

Giroud Terluka Disisihkan Tammy Abraham, tapi…

Olivier Giroud kalah bersaing dengan Tammy Abraham untuk mendapatkan tempat sebagai starter di Chelsea. Kendati tak menerima kenyataan itu, namun dia menaruh respek kepada keputusan Manajer The Blues, Frank Lampard.

Giroud mendapatkan porsi minim di tim utama Chelsea. Dia kalah bersaing dengan pemain 22 tahun, Abraham.

Statistik menunjukkan Abraham memang cukup produktif. Dia mencetak sembilan gol dari 11 laga yang dilakoni, delapan gol di antaranya dibuat di Premier League.

Sementara itu, Giroud hanya tampil sebagai starter dalam dua pertandingan dalam semua kompetisi musim ini. Dia tak nyaman dengan situasi itu.

“Menerimanya? Tidak, saya tidak menerimanya,” kata Giroud kepada Le Pelerin dan dikutip Metro.

“Kalian tidak harus selalu menerima nasib begitu saja dalam situasi tertentu. Tapi saya selalu respek dan rendah hati. Kendati saya tak setuju dengan pelatih, saya tidak mengkritiknya,” ujar dia.

“Tapi, secara pribadi saya tidak menerimanya karena saya tahu nilai saya di dalam lapangan. Tahun lalu, ketika saya merasa saya layak untuk dimainkan, saya meminta penjelasan pelatih,” dia menambahkan.