Laga 16 besar Liga Europa antara LASK vs Manchester United dimainkan secara tertutup. Setan Merah akan memberi kompensasi kepada para pendukungnya yang telah membeli tiket pertandingan tersebut.

Diberitakan Sky Sports, Kamis (12/3/2020), ada hampir 700 suporter MU yang sudah membeli tiket. Namun mereka tak bisa mendukung Bruno Fernandes dkk secara langsung karena adanya wabah virus corona.

Pemerintah Austria sudah melarang adanya kegiatan berkumpul dalam jumlah besar, sehingga laga harus digelar tanpa penonton. Sejauh ini, sudah ada 302 kasus virus corona di negara tersebut.

Karena pengumuman keputusan itu baru dilakukan pada 10 Maret lalu, MU pun memutuskan untuk mengganti uang tiket dan akomodasi yang sudah dikeluarkan suporter.

Masing-masing suporter yang sudah membeli tiket melalui klub akan mendapat ganti rugi sebesar 350 Paun atau sekitar Rp 6,4 juta, terlepas mereka sudah berangkat ke Austria atau belum. Dengan demikian, para suporter tak merasa dirugikan.

MU sendiri tengah dalam periode positif jelang laga kali ini. Mereka belum terkalahkan di 10 laga terakhir di seluruh ajang, 7 di antaranya berakhir dengan kemenangan.

LASK Vs MU Tanpa Penonton, Solskjaer: Fokus Saja

LASK vs Manchester United berlangsung tanpa penonton. Manajer Ole Gunnar Solskjaer berharap situasi ini tak mengganggu Setan Merah.

Virus corona telah ditetapkan sebagai pandemi global. Hal itu membuat LASK vs MU di leg pertama 16 besar Liga Europa yang berlangsung di Stadion Linzer, Austria, Jumat (13/3/2020) dinihari WIB, harus berlangsung tanpa penonton.

Stadion Linzer biasanya menampung hingga 21 ribu penonton, namun tidak akan ada dukungan untuk MU dan Solskjaer menyatakan para pemainnya harus ciptakan suasana sendiri.

“Kami hanya harus mengatasinya dan menciptakan atmosfer sendiri. Memastikan kami tidak terganggu oleh itu,” kata Solskjaer seperti dikutip dari situs resmi MU.

“Bermain tandang selalu lebih baik dengan fans. Begitulah seharusnya sepakbola dimainkan,” sambungnya.

Meski disayangkan tak ada penonton, Solskjaer bisa memahami situasinya. Ada hal yang lebih penting dari sekadar sepakbola.

“Saya pikir begitu. Anda harus mendengarkan otoritas, tentu saja. Ini lebih besar dari satu pertandingan. Ini adalah situasi yang sulit bagi semua orang, tetapi kami harus mengikuti apa yang diperintahkan,” Solskjaer menegaskan.