‘Jangan Buru-Buru Hakimi Solskjaer, Beri Dia Waktu’

Ole Gunnar Solskjaer dibayangi ancaman pemecatan. Mantan pemain Setan Merah, Rio Ferdinand, menilai Solskjaer membutuhkan waktu untuk membangun tim muda di Manchester United.

Bersama Solskjaer, MU tertatih-tatih di musim ini. Dari delapan pertandingan yang dijalani, Setan Merah cuma memetik dua kemenangan, tiga kali imbang, dan sudah merasakan tiga kali kalah.

MU pun terlempar dari 10 besar papan klasemen Liga inggris dengan ada di urutan ke-12. Dengan koleksi sembilan poin, The Red Devils berjarak dua poin dari zona degradasi

Solskjaer pun mendapatkan tekanan dari banyak pihak yang menginginkan agar dia dicopot dari jabatannya. Ferdinand masih membela.

“Klub tidak akan berpikir semua langsung bagus, mereka tak naif dengan berpikir semua bisa berubah dalam waktu semalam,” kata Ferdinand seperti dikutip TalkSport.

“Ini saatnya untuk merasakan sakit di awal, situasinya tidak seperti yang kami inginkan. Khususnya, dengan merekrut pemain baru dengan banyak pemain muda,” dia menambahkan.

“Makanya, saya tak melihat ada perubahan langsung. Saya akan terkejut andai saat saya bangun, membuka koran atau aplikasi kemudian melihat dia pergi secepat itu. Ini bukan saat yang tepat untuk mengambil keputusan spontan,” kata Ferdinand.

Ferdinand bilang Solskjaer membutuhkan waktu lebih panjang untuk menambal lini yang lemah. Solskjaer tengah memerlukan dukungan saat ini, bukan hujatan.

“Ketika kalian memberikan uang jutaan pound sterling, tak akan secepat itu untuk membuat perubahan. Ada perubahan dalam rekrutmen dengan mendatangkan pemain-pemain muda Inggris, ini berbeda ketimbang tahun-tahun lalu,” kata dia.

“Waktu bukanlah sebuah hal yang diberikan kepada banyak orang dalam sepakbola, namun Ole bisa jadi membutuhkan transfer windo lagi untuk mendatangkan pemain, barulah kalian bisa benar-benar menilai dia. Itu pendapat saya ya,” Ferdinand menegaskan.

Tak Mau Salah Beli Pemain, Solskjaer Sarankan MU Pakai Konsultan

Ole Gunnar Solskjaer berharap Manchester United bisa merekrut pemain dengan basis bantuan teknologi. Oleh karena itu, MU disarankan memakai jasa layanan konsultan dari Spanyol.

Menurut laporan dari Daily Mail, Solskjaer merekomendasikan kepada MU agar menjadi bagian dari klien Driblab yang berbasis di Madrid. Driblab memiliki basis data rinci terkait lebih dari 100.000 pemain dan pemain potensial.

Klub-klub LaLiga diklaim banyak menggunakan jasa Driblab. Selain itu ada juga klub Inggris Nottingham Forest, yang menggunakan informasi dari Driblab sebelum membuat rekrutan pemain di musim panas agar memuluskan target promosi ke Premier League di akhir musim 2019/2020.

Driblab bekerja dengan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pemain dari usia 16 tahun di lebih dari seratus kompetisi yang berbeda. Mereka juga bisa membaca detail bagaimana cedera berdampak ke pemain dalam hal performa, berlari, dan menendang bola.

Mereka juga menggunakan algoritma canggih untuk menyusun formula, yang mampu untuk melihat apakah striker dan kiper tampil di atas atau di bawah standar.

MU sebetulnya punya tim scouting di berbagai belahan dunia yang memberi informasi ke Solskjaer dan Mike Phelan. Nantinya info dari tim tersebut dilanjutkan ke Ed Woodward dan Matt Judge untuk ambil keputusan transfer.

Tapi, tim scouting yang ada tampaknya dirasa kurang oleh Solskjaer. Klub pun diharap bisa bekerja dengan teknologi modern untuk menggali penawaran agar kerugian transfer saat merekrut Alexis Sanchez tak terjadi lagi.