Ceballos Pergi karena Tak Kerasan di Real Madrid

Dani Ceballos mengungkap alasannya meninggalkan Real Madrid dan gabung Arsenal. Gelandang Spanyol itu mengaku tak menikmati masa-masa di Los Blancos.

Ceballos meninggalkan Madrid pada bursa transfer musim panas kemarin. Pemain berusia 23 tahun itu dipinjamkan ke Arsenal untuk semusim ke depan.

Bersama Arsenal, Ceballos tampil apik. Ia sudah menyumbang satu gol dan dua assist dari 11 penampilannya di semua kompetisi.

“Jelas, aku memang ingin pergi. Aku sudah berhasil pergi sekarang, sekarang aku di tempat yang kuinginkan dan aku bahagia,” jelas Ceballos, seperti dilansir Marca.

“Rencanaku adalah pergi, bermain dan menikmati sepakbola. Di dua musim sebelumnya, saya tak bisa melakukannya,” jelas Ceballos.

Kini, Ceballos pun dibawa Timnas Spanyol untuk berlaga di Kualifikasi Piala Eropa 2020. Tim Matador diagendakan menghadapi Norwegia (13/10) dan Swedia (16/10).

Dani Ceballos Ditantang Konsisten di Arsenal

Dani Ceballos langsung menjadi pemain penting untuk Arsenal usai dipinjam dari Real Madrid. Dia ditantang tampil konsisten di London utara.

Pelatih Timnas Spanyol, Robert Moreno, yang ingin pemain 23 tahun itu memanfaatkan kesempatan menambah pengalaman di Arsenal. Cebalos kembali dipanggil untuk memperkuat La Furia Roja untuk menjalani kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Kepulauan Faroe dan Romania.

Di Liga Inggris, Ceballos selalu bermain dalam empat pertandingan yang dijalani oleh Arsenal. Dia dua kali menjadi starter, dan dua kali diganti. Secara keseluruhan, Ceballos tampil selama 197 menit.

Kontribusi Ceballos juga positif. Dia sudah mencetak sebanyak dua assist untuk Arsenal. Opta melansir bahwa Ceballos juga piawai dalam membantu pertahanan. Ada 60 persen tekel Ceballos sukses, dua juga 57,9 persen memenangi duel.

“Saya ingin dia selalu bermain, yang paling penting bahwa pemain mempunyai waktu bermain yang banyak,” kata Moreno di As.

“Saya ingin dia banyak bermain sekarang, di Arsenal,” dia menambahkan.

Moreno enggan untuk membahas masa-masa Ceballos di Real Madrid. Di bawah asuhan Zinedine Zidane, dia jarang bermain.

“Saya tak akan membahas Madrid karena (pelatih Zinedine) Zidane merupakan satu-satunya yang membuat keputusan di sana,” kata Moreno.